• 13

    Aug

    USAI SUDAH ?

    Pesta demokrasi sudah lama kita rasakan usai. Setelah 8 Juli 2009 kita melakukan pemungutan suara, kita sebagai rakyat merasakan pesta 5 tahunan itu telah berakhir. Tetapi tidak demikian dengan para petinggi partai, para penyelenggara, dan pemilik keadilan. Mereka masih berjibaku untuk memperoleh hak , mendapatkan keadilan, memperoleh kursi, memperoleh uang jabatan, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan kesibukan para petinggi partai untuk memutuskan apakah 5 tahun kedepan sebagai oposisi pemerintah atau malah bergabung mendukung pemerintah. Jika kita perhatikan memang terdengar lucu jika para pesaing tiba-tiba merapatkan diri kepada pemenang hanya sekedar satu buah kursi empuk di kabinet. Tetapi itulah realita politik, bahwa dalam ber-politik ada istilah tidak ada teman dan musuh yang
  • 6

    Jul

    Satu Suara Apalah Artinya

    Mungkin seringkali kita mendengar kata-kata itu yang terucap dari seseorang untuk menutupi malasnya pergi ke TPS. Padahal satu suara tidak berbeda dengan seribu jika kurang satu saja tidak genap jadi seribu. Seratus, seribu, sejuta pasti diawali dari satu bukan? Makanya jika satunya tidak terbentuk mana mungkin jadi seratus, seribu, atau sejuta. Tanggal 8 Juli 2009 ini merupakan pesta demokrasi lima tahunan akan digelar di seluruh penjuru tanah air. Disinilah kita selaku warga Negara memiliki hak untuk memilih pemimpin. Mari kita manfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Sudah cukup waktu rasanya kita bisa menilai untuk menentukan siapa pilihan terbaik untuk memimpin negeri ini. Walau masih terdengar kabar masih ada persoalan DPT yang mencuat, marilah kita berpikir positif bahw
  • 7

    Apr

    Ketika Kita Harus Memilih

    Usai sudah masa kampanye pemilu, usai sudah suara deru motor di jalan raya itu, usai sudah gerombolan masa di area lapangan sepak bola, usai sudah atribut dan warna warni yang suka berlalu lalang di depan rumah. Semua ini sebagai babak akhir dari sebuah kampanye terbuka yang diperuntukan untuk mereka. Entah siapa mereka itu…? Apakah mereka yang ada hubungan family dengan sang caleg? Apakah mereka sebagai pengurus inti dari partai? Apakah mereka sebagai kader, simpatisan, atau apa pun namanya. Yang jelas mereka semua begitu antusias meneriakan yel-yel partai mereka. Mereka dengan antusias menerikana yel-yel nama caleg yang diusung, dan mereka sangat antusias hanya untuk dikatakan sebagai orang-orang bayaran. Itulah realita, ketika suatu momen disediakan untuk mereka. Sangat disayang
  • 11

    Mar

    Golput Sebuah Pilihan...?

    Pemilu sebentar lagi akan digelar oleh bangsa ini. Tinggal hitungan hari pesta demokrasi terbesar di dunia ini akan kita lalui. Berbagai macam cara para Caleg telah memperkenalkan diri kepada kita semua. Dari mulai memasang umbul-umbul, spanduk, famlet, stiker, sampai dengan baliho dengan ukuran raksasa. Berbagai macam gaya telah diperlihatkan dari mulai memperlihatkan badannya yang atletis, anaknya yang cantik, sampai pada senyumnya yang menawan. Ehm…siapapun yang melihat akan terpesona dengan para kandidat anggota DPR ini yang banyak dibilang sebagai anggota terhormat. Berbagai macam cara pun dia lakukan untuk membiayai berbagai macam kebutuhan kampanye tadi, ada yang menjual ganja, ada yang menjual kayu curian, ada juga yang mencuri sepeda motor. Wow…keren abis, apa pun
  • 2

    Mar

    Ketika Seorang Blogger Ingin Memperkenalkan Diri

    Masih terkait pada tulisan saya sebelumnya, yaitu bagaimana seorang Caleg ingin memperkenalkan diri dan ternyata tidak mudah juga cara memperkenalkan diri itu. Terinspirasi oleh dua tulisan itu, saya mempunyai keinginan juga untuk memperkenalkan diri. Nah sobat blogger berikut cara saya memperkenalkan diri he he he…
  • 20

    Feb

    Tidak Mudah Memperkenalkan Diri

    Masih terkait dengan tulisan saya Ketika Seseorang Ingin Memperkenalkan Diri . Pada tulisan kali ini lebih terfokus pada cara orang agar menarik simpati untuk memperkenalkan diri tersebut. Dari cara yang digunakan tidak sedikit banyak menuai protes masyarakat. Lalu, bagaimana sebenarnya cara efektif untuk memperkenalkan diri? Masih hangat dibicarakan dan menjadi wacana dibanyak media, blog, maupun milis bahwa ada seseorang yang cara memperkenalkan dirinya dengan menyandingkan fotonya dengan Barack Obama, presiden Amerika Serikat yang baru saja terpilih. Entah ini karena teman masa kecilnya (konon Obama saat kecil sempat sekolah di Indonesia), atau karena masih ada ikatan saudara, atau bisa juga mungkin meng-idolakannya, atau bisa juga hanya berharap bisa terpilih seperti dirinya. Yang jel
  • 17

    Nov

    Ketika Seseorang Ingin Memperkenalkan Diri

    Baliho, spanduk, banner, famlet, stiker, kalendar, media cetak, televisi adalah sebagian sarana yang banyak dimanfaatkan para caleg untuk memperkenalkan diri. Malah di media cetak banyak caleg yang sudah bisa menjawab atas keluhan masyarakat. Walaupun ada kalimat yang menyertainya Jika Saya Terpilih Nanti. Saya akan berusaha memperjuangkan apa yang bapak/ibu usulkan tersebut. Itulah realita, apa pun bisa ditempuh demi untuk sebuah nama, sebuah diri yang ingin memperkenalkan diri. Apalagi sebelumnya diri-diri tersebut belum pernah ada di masyarakat. Ada, tetapi terasa tak ada. Tak pernah terlihat rasa sosialnya, tak pernah terlihat empatinya, tak pernah muncul saat gotong-royong dan kerja bakti warga, tak pernah peduli dengan para tetangga yang lebih miskin, dan tak pernah muncul di tempat
  • 28

    Aug

    Tiada Hari Tanpa Caleg

    Mungkin kalimat itu yang cocok buat menyikapi fenomena dan polemik di masyarakat kita sekarang ini. Dari mulai pak ustadz sampai artis berlomba untuk jadi Caleg. Popularitas, alasan itulah yang paling banyak dimunculkan untuk menjadi Caleg. Saya sangat setuju ketika ada yang berpendapat bahwa banyak partai telah gagal melakukan re-generasi internal atas anggotanya. Jika partai-partai yang telah lama eksis telah berhasil melakukan re-generasi para anggotanya, tentunya tidak akan berebut untuk main comot siapa orang yang memang sudah memiliki popularitas di masyarakat. Masalahnya adalah orang-orang yang telah memiliki popularitas itu berada dibidang apa. Coba bayangkan, jika seseorang popularits karena dia jago nge-banyol dan nge-lawak kemudian dia nantinya bisa duduk di DPR apalah jadiny
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post