Jabatan itu Sebentar

17 May 2014

Tidak terasa Rakyat Indonesia harus memilih presiden baru lagi. Belum lama rasanya kita melakukan pemilihan presiden, juga belum lama rasanya SBY memegang jabatan itu selama dua periode. Tetapi itulah perjalanan waktu, pasti ada batasnya dan pasti ada akhirnya.

Begitu juga, mungkin dengan jabatan-jabatan anda saat ini. Baik jabatan di kantor, di pemerintahan, swasta maupun negeri, pasti akan ada batasnya. Ternyata jabatan itu tidak lama. Jabatan lurah, kepala desa, camat, bupati, gubernur, anggota DPR, dan seterusnya tinggal menunggu waktu saja. Bukankah ada aturan akan pembatasan jabatan tersebut?

Jika jabatan itu berakhir pada masanya, berbanggalah anda yang berarti telah memangku jabatan tersebut dengan normal, alamiah, dan dilepas dengan lapang dada. Namun tahukah anda, bahwa jabatan seseorang terkadang juga harus dihentikan tidak dengan alamiah, tidak normal, dan pastinya tidak dapat dilepas dengan lapang dada. Anda seakan dipaksa untuk meletakan jabatan itu.

Kasus politik, korupsi, kriminal, keserakahan, dan birahi terkadang seseorang harus melepaskan jabatannya ditengah jalan, atau mungkin juga baru dipermulaan. Itulah hukum alam yang memang harus menjadi perhatian.

Untuk itu bagaimana kita sebaiknya harus menyikapi dengan jabatan yang saat ini diduduki? Jawab dengan sederhana harus disyukuri dan dijalani sesuai amanat yang harus diembannya. Jangan sombong dan takabur, jangan angkuh dan korup, tetaplah mawas diri dan hidup sederhana karena akan ada waktunya ketika harus mempertanggung jawabkan jabatan itu baik di masyarakat maupun di depan Tuhan.

Selamat bagi anda yang terpilih menjadi wakil rakyat…semoga anda tetap merakyat…


TAGS politik sosial budaya alam


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post