JANGAN LUPAKAN MEREKA

14 Aug 2009

Momen 17 Agustus merupakan hal yang biasa dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Acara untuk mengenang hari Kemerdekaan ini diadakan dengan berbagai ragam bentuknya. Dimulai dengan upacara kenegaraan seperti Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara sampai dengan berbagai macam lomba yang diadakan oleh lapisan masyarakat, baik ditingkat RT, RW, Desa dan lain sebagainya.

Tidak ketinggalan pula momen 17 Agustus-an selalu dihiasi dengan warna warni bendera. Selain bendera Merah Putih disetiap halaman rumah dilengkapi juga dengan beraneka warna umbul-umbul yang menyertainya. Di gedung-gedung pemerintah maupun swasta tidak ketinggalan dihiasi juga dengan warna warni bendera bahkan ada yang menambah dengan kerlap kerlip lampu hias. Sehingga makin meriah dan indah terlihat jika malam tiba.

Namun dalam hati kecil saya muncul satu pertanyaan Apakah kita yang berada pada zaman ini sadar bahwa Kemerdekaan yang telah kita raih ini sebagai hasil dari perjuangan Para Pahlawan? Kemerdekaan tidak begitu saja datang dengan sendirinya tetapi kemerdekaan yang kita raih merupakan puncak dari proses perjuangan selama 350 tahun melawan intimidasi penjajah. Bayangkan, jika rata-rata umur manusia 70 tahun berarti perjuangan kemerdekaan itu membutuhkan 5 keturunan dari hidup manusia.

Pernahkah juga kita membayangkan sudah berapa banyak rakyat Indonesia yang menderita akibat dari ulah para penjajah. Mungkin dari sekian banyak yang telah kita kenal sebagai pahlawan bangsa, bisa jadi yang tidak kita kenal pun sulit untuk menghitungnya.

Saat-saat sekarang ini kita disibukan dengan ulah segelintir orang yang kita juluki sebagai teroris. Hanya ulah dari segelintir orang ini negara disibukan, rakyat kehilangan rasa aman, teror merajalela, dan masih banyak lagi hal-hal yang dapat menimbulkan ketakutan pada rakyat. Coba bayangkan, ini semua hanya karena ulah dari beberapa orang. Jika kita bandingkan dengan masa-masa dimana kita masih sebagai negara terjajah ancaman itu bisa jadi bukan hanya dari segelintir orang, akan tetapi ancaman itu tiap kali datang baik dari prajurit yang dimiliki penjajah, orang-orang bayaran, bahkan dari puncak pimpinan penjajah sekalipun.

Oleh karena itu sudah selayaknya dan sangat bijak jika pada momen 17 Agustus-an ini kita sebagai rakyat dan semua lapisan masyarakat membuka diri kembali untuk mengenang jasa-jasa para pendahulu kita.
Contoh kecil saja, pada pesta demokrasi yang baru saja berlalu baik saat pemilihan calon anggota legislatif maupun pemilihan capres dan cawapres begitu banyak spanduk, baliho, banner dan sejenisnya yang memajang foto-foto para calon. Bisakah model seperti ini kita manfaatkan untuk mengenang para pahlawan, misalnya pada setiap momen 17 Agustus-an ini banyak kita pasang baik spanduk, baliho, banner dan sejenisnya yang menampilkan foto para pahlawan.

Metode seperti ini bukan saja sebagai penghormatan terhadap perjuangan mereka tetapi bisa juga sebagai pembelajaran dan pengenalan para pahlawan kepada generasi muda kita. Mungkin anak-anak kita saat ini lebih sering mendengar nama artis dan penyanyi. Bahkan bisa jadi diantara anak-anak dan generasi muda sekarang tidak mengenal siapa pahlawan yang berjasa memerdekakan bangsa ini. Jelas ini hendaknya menjadi keprihatinan kita bersama. Karena bangsa yang besar dan bangsa yang beradab adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya sampai kapan pun.


TAGS "merah putih indonesiaku di blogdetik" "Dirgahayu Indonesia ke 64"


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post