USAI SUDAH ?

13 Aug 2009

Pesta demokrasi sudah lama kita rasakan usai. Setelah 8 Juli 2009 kita melakukan pemungutan suara, kita sebagai rakyat merasakan pesta 5 tahunan itu telah berakhir. Tetapi tidak demikian dengan para petinggi partai, para penyelenggara, dan pemilik keadilan. Mereka masih berjibaku untuk memperoleh hak , mendapatkan keadilan, memperoleh kursi, memperoleh uang jabatan, dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan kesibukan para petinggi partai untuk memutuskan apakah 5 tahun kedepan sebagai oposisi pemerintah atau malah bergabung mendukung pemerintah. Jika kita perhatikan memang terdengar lucu jika para pesaing tiba-tiba merapatkan diri kepada pemenang hanya sekedar satu buah kursi empuk di kabinet. Tetapi itulah realita politik, bahwa dalam ber-politik ada istilah tidak ada teman dan musuh yang abadi. Dimana ada kepentingan disitulah dia bisa berubah haluan. Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa semua yang dilakukannya bermuara pada UUD (ujung-ujungnya duit) dan kekuasaan.

Setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk menolak semua gugatan yang diajukan oleh 2 pasang capres & cawapres, mestinya usai sudah proses berjibaku tadi. Mereka harus menerima atas proses dan putusan yang mungkin saja masih mengganjal. Disitulah letak demokrasi yang indah akan terasa. Dimana semua proses tahapan demokrasi telah dilalui malah bahkan sampai ke meja pengadilan.

Yang lebih baik adalah menyiapkan diri untuk 5 tahun kedepan. Apa saja yang kemarin saat kampanye dijanjikan kepada rakyat. Baik kepada sang pemenang maupun yang merapatkan barisan mulailah bekerja untuk mengusung konsep-konsep yang dijanjikan. Jangan sampai rakyat berkali-kali hanya menjadi pelampiasan. Pelampiasan arogansi, pelampiasan janji-janji, pelampiasan senyum sana sini, dan pelampiasan korupsi.

Dan jika ada yang bulat untuk menjadi oposisi, jadilah oposisi sejati. Jadilah oposisi untuk menyuarakan rakyat bukan oposisi yang malah menggadaikan rakyat. Rakyat masih butuh perhatian baik dari yang memerintah maupun yang mengontrol pemerintah. Disitulah akan terlihat kembali indahnya perpaduan karena semua bekerja untuk rakyat, semua mengabdi untuk rakyat, dan semua memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

Jika rakyat lagi-lagi dibohongi dengan janji-janji yang tak pasti, jika yang dijanjikan saat kampanye hanya omong kosong, dan jika rakyat lagi-lagi kecewa dengan penguasa. Jangan salahkan rakyat, jika pesta 5 tahunan ini kurang peminat. Pesta ini tidak berbeda dengan proses ritual yang tidak akan berpengaruh kepada nasib mereka dan tidak akan didapatkannya sebuah perubahan.


TAGS pemilu Pesta Demokrasi Presiden


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post