Saya Kira Sama Saja?

26 May 2009

Hingar bingar masa kampanye caleg baru saja usai disemua antero masyarakat di bumi pertiwi ini. Dan hasilnya sudah dapat diketahui siapa yang bisa duduk dikursi empuk DPR/DPRD dan siapa yang harus gagal.

Saat masa itu usai, kembali gendang itu ditabuh yaitu 3 pasang capres-cawapres mulai beraksi. Cuma saya tidak habis pikir, mengapa metode yang digunakan tidak banyak berbeda dengan para caleg sebelumnya. Beliau-beliau ini yang boleh dikatakan sebagai petinggi partai, elit politik, dan malah seorang negarawan menggunakan cara-cara itu-itu saja. Mereka mencoba mencuri start kampanye, dengan mengumbar senyum di pasar-pasar tradisional, menyapa semua lapisan masyarakat , membeli barang-barang dipedagang kaki lima, dan lain sebagainya.

Masyarakat kan sudah dapat menilai bahwa itu semua dilakukan karena beliau-beliau ada maunya, ada keinginannya, ada yang diharap, yaitu agar memilih mereka kelak di pemilihan bulan Juli mendatang. Coba saja jika kenginannya itu sudah tercapai. Apakah masih mau keliling kampung kumuh & pasar tradisional?. Apakah masih mau berjalan kaki menyapa seluruh warga?. Apakah masih mau mampir di tempat tumpukan sampah?

Pasti yang akan terjadi tidak jauh berbeda, ada penggusuran, penertiban pedagang kaki lima, sembako mahal, menyetujui proyek-proyek besar, mendekati pengusaha-pengusaha besar, mendukung monopoli perdagangan, dan lain-lain.

Buat rakyat, akan merasakan kembali sembako mahal, berobat mahal, kerja susah, usaha susah, belum bikin usaha sudah banyak pungli, pupuk buat petani mahal, dimana-mana ada trantib, duh pokoknya ga bakalan berubah.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post