Mencari Pasangan

28 Apr 2009

Pasangan identik dengan teman hidup, teman untuk curhat, teman untuk mengeluh, teman untuk berteduh, teman untuk meminta pendapat, teman untuk segala-galanya. Jika kedua insan telah dijodohkan untuk berpasangan, maka jalan yang akan dilaluinya adalah berumah tangga. Tidak sedikit rumah tangga berantakan yang hanya seumur hitungan bulan, tetapi tidak sedikit juga yang berantakan walau sudah puluhan tahun berpasangan.

Mencari pasangan memang tidak mudah. Bagaikan menyatukan air dengan minyak. Bagaikan menyatukan bulan dengan matahari, atau mungkin menyatukan ekor dengan kupingnya. Sulit memang dan teramat sulit. Dari sifat yang berbeda, watak yang tak pernah nyambung, adat yang jauh, kebiasaan yang tak pernah sama, emosi yang tak saling membendung mereka telah disatukan untuk berpasangan. Dan ketika perbedaan-perbedaan itu tidak saling dipahami dan dihargai, maka yang muncul adalah pertengkaran, kegelisahan, ketidakcocokan, keterasingan, ketidakbetahan, ketersendirian, dan ujungnya adalah perpisahan dan perceraian sebagai jalan untuk mengakhiri sebuah pasangan.

Mencari pasangan tidak hanya ada dalam naungan rumah tangga, ada pasangan untuk bernyanyi, pasangan sebagai teman, pasangan pekerjaan, pasangan dalam mengikuti lomba, dan banyak pasangan-pasangan lainnya.

Nah, ini dia yang lagi seru dibicarakan dan diberitakan seantero media masa dan televisi. Ternyata tidak mudah juga untuk menyandingkan pasangan capres dan cawapres. Hanya untuk mencari pasangan yang satu ini, para elit politik bagaikan setrika yang bolak balik kesana kemari. Coba, hanya untuk mengikat pasangan yang lamannya hanya 5 tahun perlu dipertimbangkan dari berbagai aspek. Padahal jelas-jelas sebagus apapun pasangan ini disandingkan paling-paling setelah 5 tahun akan bercerai.

Duh, ternyata dari berita yang sangat membosankan ini ada secuil kebaikan yang bisa kita ambil, yakni pikirkanlah masak-masak dalam mencari pasangan. Lebih-lebih untuk mencari pasangan hidup yang tidak dibatasi oleh waktu 5 tahunan. Kenalilah calon pasangan anda dengan sebaik-baiknya sebelum terlanjur ke jenjang pernikahan. Perbedaan itu pasti tetapi jadikan perbedaan itu untuk saling melengkapi. Pada akhirnya dan sebagai kata akhir Semoga anda mendapatkan pasangan sejati.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post