Masukan Buat SBY-Budiono dari Rakyat yang Hanya Bisa Menyaksikan

Umum October 20th, 2010

Ingin rasanya ikut serta bersama mahasiswa buat demo peringatin satu tahun pemerintahan SBY-Budiono. Ingin rasanya ungkapin unek-unek pada selembar karton atas kinerja pemerintahan. Ingin rasanya ikut tanda-tangan pada selembar kain buat nge-dukung kekecewaan atas pemerintahan ini.

Kenapa tidak, satu tahun pemerintahan tlah berjalan belum banyak perubahan yang dapat saya rasakan, mungkin juga anda rasakan. Mungkin jika saya bicara ke masalah politik, hukum, dan keamanan negara terlalu mengada-ada karena memang saya bukan pakarnya. Saya hanya bicara yang kasat mata saja. Kapan terpikirkan untuk mengurangi kemacetan di negeri ini, kapan dapat dikurangi jalan-jalan yang penuh lubang, bisakah dikurangi anak-anak dan orang-orang yang meminta di jalan.

Bisakah para buruh memiliki ketenangan dan kepastian, kapan sistem kerja kontrak diakhirkan, bisakah para abdi bangsa (PNS) punya rasa melayani kepada semua lapisan masyarakat bukan sebaliknya minta dilayani rakyat.

Kangen rasanya negeri ini mengalami perubahan, bukan itu lagi, masalah yang sama terus terulang. Kapan nasib para pengais devisa di luar negeri mendapat perlindungan. Apakah negeri yang besar ini harus selalu terpojok dan terpinggirkan karena faktor kemiskinan. Apakah negeri yang melimpah sumber alamnya ini harus memiliki rasa takut ditinggal investor hanya karena menghilangkan sistem kerja kontrak. Tidak beranikah kita menghilangkan ketergantungan pada negeri lain. Mengapa bangsa yang jumlah penduduk terbesar ke 4 di dunia ini tidak pernah memikirkan besarnya potensi pasar yang ada. Mengapa kita masih ragu untuk memiliki dan memproduksi mobil sendiri. Sampai kapan para pengrajin, koperasi dan pengusaha kecil harus bersaing dengan produk impor yang murahan?

Itulah unek-unek yang dapat saya sampaikan melalui tulisan. Karena kesibukan saya tidak bisa ungkapkan ini dijalan bersama demonstran. Namun walaupun tulisan tidak beraturan, anggaplah ini sebagai ungkapan kekesalan dari rakyat yang hanya bisa menyaksikan.

“Jangan Akhiri Dengan Kekecewaan”

Karir March 9th, 2010

Karirnya di perusahaan tempatnya bekerja sudah ga perlu ditanyakan lagi. Loyalitasnya untuk perusahaan selalu diberikan full. Mungkin tak kalah dengan tema yang diusung oleh (Alm) Mbah Surip I love you full…hehe. Perusahaan baginya bagaikan asset sendiri . Walaupun posisinya ga beda dengan karyawan-karyawan lainnya.

Dia sangat disegani dengan teman se-profesi atau bagian lain dan banyak orang-orang yang ga leluasa saat bicara padanya. Apalagi jika pembicaraan itu sedikit mengkritisi kebijakan perusahaan. Kehati-hatian ini bukan tidak memiliki alasan karena saat orang-orang bicara padanya seakan-akan pembicaraan itu langsung kepada yang memiliki perusahaan, bahkan lebih dari sekedar memiliki hehe.

Entah apa penyebabnya semua orang kaget akan keputusannya. Dia tiba-tiba akan ‘resign’ dari perusahaan tempatnya bekerja. Raut wajahnya yang penuh dengan kekecewaan tak bisa ditutupi lagi. Dia ga bisa menjelaskan dan rasanya memang ga mungkin memberikan alasan kepada teman-temannya yang selama ini sudah mengenalnya. Semua kekecewaannya itu disimpan dalam-dalam untuk sekedar menutupi apa yang selama ini telah dia korbankan untuk perusahaan ini.

Sobat, dari kisah tragis ini dapat diambil pelajaran bahwa dimanapun kita bekerja dan dibagian apapun kita meniti karir anggaplah itu suatu pekerjaan dengan sewajarnya. Jangan pernah diri kita merasa anak emas oleh perusahaan apalagi sebagai pemilik perusahaan. Perusahaan membayar kita tiap bulan dengan gaji yang telah disepakati, dan seharusnya dengan nilai itulah loyalitas yang kita berikan. Adanya jabatan dan tanggung jawab untuk semua karyawan menandakan bahwa sebesar itu pula lah nilai kita dipertaruhkan. Dan perusahaan pun tak mungkin menyalahkan jika kita bekerja hanya sesuai dengan jobs yang diberikannya.

Jangan terlalu over acting diperusahaan tempat kita bekerja dan jangan terlalu berharap lebih apa yang akan diberikan oleh perusahaan. Dimanapun kita meniti karir pasti perusahaan telah memiliki aturan dan standarisasi akan kebijaksanaannya. Karena jika kita terlalu berharap banyak akan sesuatu dengan terlebih dahulu memberikan suatu loyalitas yang lebih dan jauh melebihi yang sewajarnya sebagai seorang karyawan, maka ketika itu tidak terwujudkan kita akan mengalami kekecewaan yang sangat mendalam.

Jangan akhiri segala sesuatunya dengan kekecewaan hehe…

Aku Tidak Melupakanmu…

Umum February 17th, 2010

Banyak teman-teman blogger yang menanyakan kok belum update bang?, lagi sibuk ya bang?, wah sedang ada project nih?. Semua mengomentari atas blog abang yang sudah sejak lama tidak pernah update dengan tulisan barunya.

Sesekali kusempatkan untuk membuka blog http://madasuzamar.blogdetik.com/ dan membuka blog teman-teman yang memang sudah ada linknya disitu. Iri rasanya karena semua sahabat yang ada masih tetap eksis untuk update tulisan dan memberi komentar dengan karakteristik gaya dan logatnya tersendiri.

Kucoba untuk merenungi apa sebenarnya kesibukanku saat ini? Mengapa tidak ada sepenggal tulisan pun yang dapat kuuraikan? Ah, rasanya diri ini sudah hilang dengan moto kreativitas hidupnya.

Sadar diri bahwa aku masih seperti ini, kesibukanku juga, ya masih seperti dulu, belum banyak yang kulakukan untuk merubah itu semua. Aku tetap masih kritis dengan berbagai macam aturan yang tidak berpihak pada orang banyak. Aku tetap masih peduli dengan orang-orang yang masih membutuhkan perhatian. Aku merasa masih tetap dibutuhkan dan membutuhkan teman-teman untuk berbagi pengalaman. Pengalaman bekerja, berkeluarga, karir, dan romantika hidup yang memang tak akan pernah berakhir selama kita masih bisa menghirup udara bebas di alam dunia ini.

Mengapa itu semua tidak dapat kugoreskan untuk membuat tulisan-tulisan baru pada blog ini http://madasuzamar.blogdetik.com/ . Duhai blogku…aku tidak melupakanmu…

Bingung?

Sosial November 13th, 2009

Mungkin kata itulah yang paling tepat saat ini banyak dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Bingung bukan karena sulitnya mencari pekerjaan atau bukan juga bingung nanti siang mau makan apa, karena untuk masalah ini sudah biasa dirasakan oleh sebagian masyarakat kita. Masyarakat sekarang ini bingung karena carut marutnya proses hukum di Indonesia.

Coba bayangkan dengan mudahnya para oknum memutar balikan fakta, menyusun BAP (Berita Acara Pemeriksaan) palsu, memperjualbelikan kasus, bagi-bagi komisi, dan lain sebagainya. Hingga saat ini ada profesi baru yang sangat menggiurkan, yaitu MarKus (Makelar Kasus). Read the rest of this entry »

Ketika Ramadhan ‘Kan Berakhir

Keluarga, Sosial September 15th, 2009

“Kesibukan”, itulah satu kata yang cocok untuk diungkapkan tatkala kita telah berada diujung Ramadhan. Coba lihat, semua orang seakan disibukan dengan berbagai macam aktivitas didalamnya. Mulai dari menyiapkan berbagai kebutuhan lebaran sampai berebut tiket agar bisa pulang ke kampung halaman.

Fenomena semacam ini terasa sudah menjadi tradisi hampir di seluruh pelosok negeri. Apalagi kalau sudah bicara soal mudik. Wow, walau melelahkan tapi tetap asyik dijalankan. Mudik menjadi rutinitas yang wajib saat lebaran tiba. Mulai dari Bandara, Stasiun, Pelabuhan, & Terminal diserbu orang untuk mundik. Ada juga dengan kendaraan roda 2, roda 3, & roda empatnya tumpah ruah menuju daerah yang sama, yaitu kampung halaman.

Indahnya buat mereka yang masih memiliki kampung halaman. Disinilah saatnya berkumpul kembali dengan sanak keluarga. Saya ucapkan selamat mudik lebaran semoga selamat sampai tujuan. Kalau urusan macet sudah biasa namanya juga lebaran yang dibutuhkan kesabaran. Sayang, saya tidak bisa ikut serta karena tidak punya kampung halaman. Biarlah saya tetap disini untuk menjaga kampung & perumahan, tentunya siap-siap juga untuk ronda malam. Maklum, sepi banget. :(

JANGAN LUPAKAN MEREKA

Umum August 14th, 2009

Momen 17 Agustus merupakan hal yang biasa dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Acara untuk mengenang hari Kemerdekaan ini diadakan dengan berbagai ragam bentuknya. Dimulai dengan upacara kenegaraan seperti Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara sampai dengan berbagai macam lomba yang diadakan oleh lapisan masyarakat, baik ditingkat RT, RW, Desa dan lain sebagainya.

Tidak ketinggalan pula momen 17 Agustus-an selalu dihiasi dengan warna warni bendera. Selain bendera Merah Putih disetiap halaman rumah dilengkapi juga dengan beraneka warna umbul-umbul yang menyertainya. Di gedung-gedung pemerintah maupun swasta tidak ketinggalan dihiasi juga dengan warna warni bendera bahkan ada yang menambah dengan kerlap kerlip lampu hias. Sehingga makin meriah dan indah terlihat jika malam tiba. Read the rest of this entry »

USAI SUDAH ?

Politik August 13th, 2009

Pesta demokrasi sudah lama kita rasakan usai. Setelah 8 Juli 2009 kita melakukan pemungutan suara, kita sebagai rakyat merasakan pesta 5 tahunan itu telah berakhir. Tetapi tidak demikian dengan para petinggi partai, para penyelenggara, dan pemilik keadilan. Mereka masih berjibaku untuk memperoleh hak , mendapatkan keadilan, memperoleh kursi, memperoleh uang jabatan, dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan kesibukan para petinggi partai untuk memutuskan apakah 5 tahun kedepan sebagai oposisi pemerintah atau malah bergabung mendukung pemerintah. Jika kita perhatikan memang terdengar lucu jika para pesaing tiba-tiba merapatkan diri kepada pemenang hanya sekedar satu buah kursi empuk di kabinet. Tetapi itulah realita politik, bahwa dalam ber-politik ada istilah tidak ada teman dan musuh yang abadi. Dimana ada kepentingan disitulah dia bisa berubah haluan. Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa semua yang dilakukannya bermuara pada UUD (ujung-ujungnya duit) dan kekuasaan. Read the rest of this entry »

Satu Suara Apalah Artinya…

Politik July 6th, 2009

Mungkin seringkali kita mendengar kata-kata itu yang terucap dari seseorang untuk menutupi malasnya pergi ke TPS. Padahal satu suara tidak berbeda dengan seribu jika kurang satu saja tidak genap jadi seribu. Seratus, seribu, sejuta pasti diawali dari satu bukan? Makanya jika satunya tidak terbentuk mana mungkin jadi seratus, seribu, atau sejuta.

Tanggal 8 Juli 2009 ini merupakan pesta demokrasi lima tahunan akan digelar di seluruh penjuru tanah air. Disinilah kita selaku warga Negara memiliki hak untuk memilih pemimpin. Mari kita manfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Sudah cukup waktu rasanya kita bisa menilai untuk menentukan siapa pilihan terbaik untuk memimpin negeri ini. Read the rest of this entry »

Figur yang Murah Senyum

Umum June 19th, 2009

Murah senyum, itulah Capres kita yang satu ini. Saat acara debat pun beliau selalu Nampak santai dan tampil serta bicara apa adanya. Sering kali hadirin dibuat tertawa saat kata-kata itu terucap dari mulutnya.

Tidak bermaksud menjagokan atau mendukung atau malah menggiring opini publik pada calon yang satu ini, tetapi begitulah seharusnya demokrasi itu diperlihatkan. Buat apa saling menyerang dan menjatuhkan lawan bukankah lebih baik kita membawa diri dengan riang dan tidak ada beban.

images1Figur seperti ini akan dapat memperlihatkan proses demokrasi yang fair , tidak mudah tersinggung, dan akan menerima apa pun hasilnya. Selama kita masih belajar dan terus memperbaiki proses demokrasi , kita membutuhkan orang-orang seperti Pak JK ini. Pembawaan dan sikapnya bisa dijadikan contoh buat penerus generasi kedepan.

Tulisan Kosong

Umum June 5th, 2009

Kasus Prita Mulyasari dan Prahara Manohara menghiasi media-media dalam satu minggu terakhir ini. Hampir semua mata tertuju pada dua wanita ini. Walau latar belakang dan permasalahan yang berbeda, tak dapat dipungkiri bahwa dua berita ini telah menenggelamkan sesaat berita panas Capres-Cawapres. Begitu juga dua berita ini telah melenyapkan berita kasus Antasari yang banyak membuat orang penasaran.

Itulah sebuah peristiwa yang saling silih berganti bagaikan menyusun sebuah balok kayu, sebesar apapun kayu itu jika telah ditindih dengan potongan yang sama akan tak terlihat juga. Berita yang heboh dan banyak menuai opini publik menjadi sorotan yang mudah didengar dan dilihat. Tetapi tetap saja berita itu ada masanya, suatu ketika akan hilang dengan sendirinya. Apalagi jika telah muncul berita baru yang lebih heboh telah muncul ke permukaan, maka secara alamiah berita heboh sebelumnya akan ditinggalkan banyak orang.
Read the rest of this entry »