Bingung?

Sosial November 13th, 2009

Mungkin kata itulah yang paling tepat saat ini banyak dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Bingung bukan karena sulitnya mencari pekerjaan atau bukan juga bingung nanti siang mau makan apa, karena untuk masalah ini sudah biasa dirasakan oleh sebagian masyarakat kita. Masyarakat sekarang ini bingung karena carut marutnya proses hukum di Indonesia.

Coba bayangkan dengan mudahnya para oknum memutar balikan fakta, menyusun BAP (Berita Acara Pemeriksaan) palsu, memperjualbelikan kasus, bagi-bagi komisi, dan lain sebagainya. Hingga saat ini ada profesi baru yang sangat menggiurkan, yaitu MarKus (Makelar Kasus). Read the rest of this entry »

Ketika Ramadhan ‘Kan Berakhir

Keluarga, Sosial September 15th, 2009

“Kesibukan”, itulah satu kata yang cocok untuk diungkapkan tatkala kita telah berada diujung Ramadhan. Coba lihat, semua orang seakan disibukan dengan berbagai macam aktivitas didalamnya. Mulai dari menyiapkan berbagai kebutuhan lebaran sampai berebut tiket agar bisa pulang ke kampung halaman.

Fenomena semacam ini terasa sudah menjadi tradisi hampir di seluruh pelosok negeri. Apalagi kalau sudah bicara soal mudik. Wow, walau melelahkan tapi tetap asyik dijalankan. Mudik menjadi rutinitas yang wajib saat lebaran tiba. Mulai dari Bandara, Stasiun, Pelabuhan, & Terminal diserbu orang untuk mundik. Ada juga dengan kendaraan roda 2, roda 3, & roda empatnya tumpah ruah menuju daerah yang sama, yaitu kampung halaman.

Indahnya buat mereka yang masih memiliki kampung halaman. Disinilah saatnya berkumpul kembali dengan sanak keluarga. Saya ucapkan selamat mudik lebaran semoga selamat sampai tujuan. Kalau urusan macet sudah biasa namanya juga lebaran yang dibutuhkan kesabaran. Sayang, saya tidak bisa ikut serta karena tidak punya kampung halaman. Biarlah saya tetap disini untuk menjaga kampung & perumahan, tentunya siap-siap juga untuk ronda malam. Maklum, sepi banget. :(

JANGAN LUPAKAN MEREKA

Umum August 14th, 2009

Momen 17 Agustus merupakan hal yang biasa dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Acara untuk mengenang hari Kemerdekaan ini diadakan dengan berbagai ragam bentuknya. Dimulai dengan upacara kenegaraan seperti Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara sampai dengan berbagai macam lomba yang diadakan oleh lapisan masyarakat, baik ditingkat RT, RW, Desa dan lain sebagainya.

Tidak ketinggalan pula momen 17 Agustus-an selalu dihiasi dengan warna warni bendera. Selain bendera Merah Putih disetiap halaman rumah dilengkapi juga dengan beraneka warna umbul-umbul yang menyertainya. Di gedung-gedung pemerintah maupun swasta tidak ketinggalan dihiasi juga dengan warna warni bendera bahkan ada yang menambah dengan kerlap kerlip lampu hias. Sehingga makin meriah dan indah terlihat jika malam tiba. Read the rest of this entry »

USAI SUDAH ?

Politik August 13th, 2009

Pesta demokrasi sudah lama kita rasakan usai. Setelah 8 Juli 2009 kita melakukan pemungutan suara, kita sebagai rakyat merasakan pesta 5 tahunan itu telah berakhir. Tetapi tidak demikian dengan para petinggi partai, para penyelenggara, dan pemilik keadilan. Mereka masih berjibaku untuk memperoleh hak , mendapatkan keadilan, memperoleh kursi, memperoleh uang jabatan, dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan kesibukan para petinggi partai untuk memutuskan apakah 5 tahun kedepan sebagai oposisi pemerintah atau malah bergabung mendukung pemerintah. Jika kita perhatikan memang terdengar lucu jika para pesaing tiba-tiba merapatkan diri kepada pemenang hanya sekedar satu buah kursi empuk di kabinet. Tetapi itulah realita politik, bahwa dalam ber-politik ada istilah tidak ada teman dan musuh yang abadi. Dimana ada kepentingan disitulah dia bisa berubah haluan. Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa semua yang dilakukannya bermuara pada UUD (ujung-ujungnya duit) dan kekuasaan. Read the rest of this entry »

Satu Suara Apalah Artinya…

Politik July 6th, 2009

Mungkin seringkali kita mendengar kata-kata itu yang terucap dari seseorang untuk menutupi malasnya pergi ke TPS. Padahal satu suara tidak berbeda dengan seribu jika kurang satu saja tidak genap jadi seribu. Seratus, seribu, sejuta pasti diawali dari satu bukan? Makanya jika satunya tidak terbentuk mana mungkin jadi seratus, seribu, atau sejuta.

Tanggal 8 Juli 2009 ini merupakan pesta demokrasi lima tahunan akan digelar di seluruh penjuru tanah air. Disinilah kita selaku warga Negara memiliki hak untuk memilih pemimpin. Mari kita manfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Sudah cukup waktu rasanya kita bisa menilai untuk menentukan siapa pilihan terbaik untuk memimpin negeri ini. Read the rest of this entry »

Figur yang Murah Senyum

Umum June 19th, 2009

Murah senyum, itulah Capres kita yang satu ini. Saat acara debat pun beliau selalu Nampak santai dan tampil serta bicara apa adanya. Sering kali hadirin dibuat tertawa saat kata-kata itu terucap dari mulutnya.

Tidak bermaksud menjagokan atau mendukung atau malah menggiring opini publik pada calon yang satu ini, tetapi begitulah seharusnya demokrasi itu diperlihatkan. Buat apa saling menyerang dan menjatuhkan lawan bukankah lebih baik kita membawa diri dengan riang dan tidak ada beban.

images1Figur seperti ini akan dapat memperlihatkan proses demokrasi yang fair , tidak mudah tersinggung, dan akan menerima apa pun hasilnya. Selama kita masih belajar dan terus memperbaiki proses demokrasi , kita membutuhkan orang-orang seperti Pak JK ini. Pembawaan dan sikapnya bisa dijadikan contoh buat penerus generasi kedepan.

Tulisan Kosong

Umum June 5th, 2009

Kasus Prita Mulyasari dan Prahara Manohara menghiasi media-media dalam satu minggu terakhir ini. Hampir semua mata tertuju pada dua wanita ini. Walau latar belakang dan permasalahan yang berbeda, tak dapat dipungkiri bahwa dua berita ini telah menenggelamkan sesaat berita panas Capres-Cawapres. Begitu juga dua berita ini telah melenyapkan berita kasus Antasari yang banyak membuat orang penasaran.

Itulah sebuah peristiwa yang saling silih berganti bagaikan menyusun sebuah balok kayu, sebesar apapun kayu itu jika telah ditindih dengan potongan yang sama akan tak terlihat juga. Berita yang heboh dan banyak menuai opini publik menjadi sorotan yang mudah didengar dan dilihat. Tetapi tetap saja berita itu ada masanya, suatu ketika akan hilang dengan sendirinya. Apalagi jika telah muncul berita baru yang lebih heboh telah muncul ke permukaan, maka secara alamiah berita heboh sebelumnya akan ditinggalkan banyak orang.
Read the rest of this entry »

Saya Kira Sama Saja…?

Umum May 26th, 2009

Hingar bingar masa kampanye caleg baru saja usai disemua antero masyarakat di bumi pertiwi ini. Dan hasilnya sudah dapat diketahui siapa yang bisa duduk dikursi empuk DPR/DPRD dan siapa yang harus gagal.

Saat masa itu usai, kembali gendang itu ditabuh yaitu 3 pasang capres-cawapres mulai beraksi. Cuma saya tidak habis pikir, mengapa metode yang digunakan tidak banyak berbeda dengan para caleg sebelumnya. Beliau-beliau ini yang boleh dikatakan sebagai petinggi partai, elit politik, dan malah seorang negarawan menggunakan cara-cara itu-itu saja. Mereka mencoba mencuri start kampanye, dengan mengumbar senyum di pasar-pasar tradisional, menyapa semua lapisan masyarakat , membeli barang-barang dipedagang kaki lima, dan lain sebagainya. Read the rest of this entry »

Figur Itu Bernama SBY

Umum May 1st, 2009

The changes taking place in Indonesia today are among the most remarkable developments in the Muslim world. The country’s transition from authoritarianism has proved that as a democracy, Indonesia can be culturally vibrant and economically prosperous. Read the rest of this entry »

Mencari Pasangan

Umum April 28th, 2009

Pasangan identik dengan teman hidup, teman untuk curhat, teman untuk mengeluh, teman untuk berteduh, teman untuk meminta pendapat, teman untuk segala-galanya. Jika kedua insan telah dijodohkan untuk berpasangan, maka jalan yang akan dilaluinya adalah berumah tangga. Tidak sedikit rumah tangga berantakan yang hanya seumur hitungan bulan, tetapi tidak sedikit juga yang berantakan walau sudah puluhan tahun berpasangan.

Mencari pasangan memang tidak mudah. Bagaikan menyatukan air dengan minyak. Bagaikan menyatukan bulan dengan matahari, atau mungkin menyatukan ekor dengan kupingnya. Sulit memang dan teramat sulit. Dari sifat yang berbeda, watak yang tak pernah nyambung, adat yang jauh, kebiasaan yang tak pernah sama, emosi yang tak saling membendung mereka telah disatukan untuk berpasangan. Dan ketika perbedaan-perbedaan itu tidak saling dipahami dan dihargai, maka yang muncul adalah pertengkaran, kegelisahan, ketidakcocokan, keterasingan, ketidakbetahan, ketersendirian, dan ujungnya adalah perpisahan dan perceraian sebagai jalan untuk mengakhiri sebuah pasangan. Read the rest of this entry »